Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
Pada proses instalasi, terdapat perbedaan mencolok antara PostgreSQL dengan MySQL. Yang paling terasa yaitu kita harus membuat user baru yang nantinya user ini akan muncul di ‘Documents and Settings’ komputer kita. Selain itu, kita juga harus membuat akun superuser (kaya’ Linux aja …).
Belajar PostgreSQL ternyata membingungkan. Ada kakas pgAdmin III yang di dalamnya ada pgAdmin III Query, trus ada juga command prompt serta psql to ‘postgres’ — ‘postgres’ (tanpa tanda apostrof) merupakan nama database.
Bingung mau pake yang mana. Biar beda dengan MySQL ya pake pgAdmin III aja yang ber-GUI.
Pertama, buka pgAdmin III. Bisa lewat Start Menu trus cari di PostgreSQL. Setelah terbuka, seperti pada MySQL, komputer kita harus tersambung ke server database. Caranya klik nama server yang dikehendaki, trus pilih ‘Connect’. Pilihan ini muncul bila kita klik kanan nama server tersebut atau bisa lewat menu bar ‘Tools’ > ‘Connect’.
Sudah gratis, kita juga mendapat bonus dari PostgreSQL ini, yaitu database bernama ‘postgres’. Untuk membuat database baru, ada beberapa cara juga untuk menampilkan dialognya. Pertama, klik kanan ‘Databases’, terus pilih ‘New Database…’. Kedua, klik ‘Databases’ atau anak-anaknya (database yang lebih dulu ada), lihat menu bar, pilih ‘Edit’ > ‘New Object’ > ‘New Database…’ atau ‘Edit’ > ‘Create…’. Muncullah dialog ‘New Database…’. Di sini ada empat tabbed pane, yaitu ‘Properties’, ‘Variables’, ‘Privileges’, dan ‘SQL’. ‘Properties’ berisi property database, seperti ‘Name’, ‘Owner’, dan ‘Encoding’. ‘Variables’ ga jelas, ada tombol ‘Add/Change’ tapi ga bereaksi jika ditekan. ‘Privileges’ untuk mengatur hak akses terhadap database. ‘SQL’ berfungsi menampilkan sintaks SQL-nya. Setelah selesai mengisi field yang diperlukan, tekan ‘OK’. Kalau ga jadi ya tekan ‘Cancel’.
Mohon maaf bila ada kekurangan.
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
RDBMS mulai dikenalkan kepada dunia oleh Edgar Frank Codd (E.F.Codd).Sewaktu si bapa Codd ini menemukan konsep ini, dia menelurkan 12 aturan
Untuk Relational Database yang lebih terkenal dengan nama Codd’s Rule.
Nah.. apa aja sih 12 aturan itu… ini dia..:
1.Aturan Informasi
Semua informasi di dalam database hanya boleh direpresentasikan dalam satu cara, sebagai value dari tabel
2.Aturan Penjaminan Akses
Setiap datum dijamin dapat diakses dengan cara mengkombinasi menggunakan nama tabelnya, nilai primary keynya, ataupun nama kolumnya.
3.Perlakuan sistematis untuk Null Value
Seperti pada post saya itu…Null itu unik
4.Dynamic Online Catalog berdasarkan Model Relasional
5.Aturan Data Sublanguage
Sistem relasional harus dapat mendukung penggunaan beberapa bahasa. Akantetapi, akan ada satu bahasa yang semua statementnya yang sepertigeneriknya gituu…
6. Aturan Lihat dan Muktahirkan data
Harus bisa dilihat dan dimuktahirkan…
7.Insert, Update, dan Delete Level tinggi.
Yahh..harus bisa Menginsert, delete, dan update yang menangani relasibasis dan relasi turunan dalam satu operan.
8. Independensi Data Fisik
9. Independensi Data lOgik
10. Independensi Integritas
11. Independensi Distribusi
Semua yang ada kata independensinya ini menjaga ke-independesi-an setiap bagian dalam RDBMS tetap terjaga walaupun adanya perubahan dalam sistem.
12. Aturan nonsubversion
Jika sistem relasional mendukung low-level language, maka LLL itu tidak dapat digunakan untuk mem-subvert, atau mem-bypass aturan-aturan ataupun batasan-batasan yang ada di dalam HLL.
pyuhh…. akhirnya….. empat juga…
dan semua senang
-joel
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
SQL merupakan bahasa standart dalam DBMS. SQl sendiri dapat dibagi menjadi tiga bagian bahasa :
a. Data Definition Language
Merupakan kelompok perintah yang bisa digunakan untuk melakukan pendefinisian database dan pendefinisian tabel. Sehingga dengan menggunakan perintah-perintah ini, kita bisa memerintahkan untuk membuat database, membuat tabel, dan sebagainya yang berhubungan dengan pendefinisian tabel dan database.
b. Data Manipulation Language
Merupakan kelompok perintah yang digunakan untuk mendapatkan, mengubah, atau menghapus data yang sudah ada di dalam database. Biasanya mempunyai bahasa yang sedikit berbeda pada setiap DBMS, akan tetapi semua tujuan dari Data Manipulation Language ini pasti tercakup dalam bahasa yang dipakai ini.
c. Data Control Language
Merupakan kelompok perintah yang dapat digunakan untuk mengontrol akses suatu data di dalam database. Contoh perintah yang terdapat dalam DCL adalah : GRANT, REVOKE
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
Dalam pengaksesan suatu basis data kita tidak dapat menjamin suatu kejadian tejadi sesuai keinginan kita seperti membaca setelah menulis data ataupun mengambil data setelah menginput data, ataupun menghitung data yang ada setelah melakukan pemuktahiran data.Bisa saja terjadi kejadian-kejadian atau aksi-aksi yang sebenarnya memberikan efek kepada kejadian lain meminta dilakukan pada saat bersamaan. eksekusi hal ini biasanya merupakan tolok ukur utama dari performansi suatu DBMS, apakah suatu DBMS itu dapat menjaga keserentakan program yang berjalan pada suatu komputer.Konsep utama untuk menangani hal ini adalah transaksi yaitu urut-urutan atomic dari aksi basis data (baca / tulis). Tiap transaksi dijalankan sampai berakhir dan basis data tetap dijaga dalam keadaan konsisten. DBMS juga menjaga agar permintaan suatu eksekusi kepada suatu basis data secara bersamaan akan dieksekusi seperti layaknya permintaan tersebut dijalankan bersamaan. Cara kerjanya adalah untuk suatu kejadian T1 yang akan memberikan dampak T2 maka T1 harus diberikan kesempatan pertama jika T1 dan T2 datang pada saat bersamaan. Istilah yang dipakai adalah T1 akan diberikan kunci (lock). Setelah T1 selesai melakukan aksinya barulah kunci tersebut dilepas dan T2 dapat mengakses basis data dan melakukan aksinya.
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
JBDC API
JBDC API adalah Java API yang mengakses database tabular. JDBC adalah trademark sehingga ga punya singkatan, tapi ada yg menyebut Java Database Connectivity.. Kelas dan Interface ini menyediakan standar perangkat untuk mengembangkan sistem database Java.
JDBC API membuat mudah untuk mengirim SQL query ke RDBMS dan mendukung semua dialek SQL. di JDBC 2.0 kita bisa berkoneksi dengan sumber data yang lain..
JDBC API ini dapat mengakses sumber data dari platform bermacam-macam (you know JVM?) dengan JDBC kita tidak perlu membuat program yang berbeda untuk database berbeda (oracle, DB2), kita cukup membuat satu program. program ini dapat mengirim SQL atau statement lain ke sumber data..
Keuntungan dari Java (kuat, aman, mudah digunakan dan dimengerti) menjadi bahasa yang cocok untuk aplikasi database..
JDBC 2.0 menggambarkan karakteristik Java.. API ini memungkinkan membuat web page dengan applet yang menggunakan sumber data remote.. API ini juga dapat menghubungkan semua orang tanpa memperhatikan OS yang dipakai melalui intranet..
Kombinasi dari Java dan JDBC ini membuat mudah pengolahan informasi ini mudah dan ekonomis.. suatu pekerjaan dapat melanjutkan database yang mereka gunakan dan mengakses informasi dengan mudah walaupun disimpan dalam DBMS yang berbeda..
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
Microsoft SQL Server
Microsoft SQL Server adalah produk dari microsoft yang merupakan RDBMS (relational database management system), bahasa query yang digunakan adalah Transact-SQL, penerapan dari standar ANSI/ISO SQL (Structured Query Language) yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. SQL Server biasa digunakan dalam bisnis untuk basis data kecil sampai besar.[wiki]
Microsoft SQL Server yang terakhir adalah SQL Server 2005, di paket instalasi Microsoft Visual Studio 2005 sudah disisipi SQL Server.. ada juga Microsoft SQL Server Express yang gratis dan dapat didistribusikan secara bebas.. namun ada beberapa fitur yang tidak diberikan, sehingga sulit dikembangkan untuk skala besar..
Transact-SQL atau biasa disebut T-SQL, menambah sintak pada prosedur penyimpanan dan akhirnya memperngaruhi sintak dari transaksi data..
Network yang digunakan untuk berkomunikasi adalah lapis layer aplikasi, sehingga lebih mudah untuk berkomunikasi dengan perangkat lain..
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
Berlebih atau Kurang??
ketika kita membentuk suatu desain database logik, kita tentunya pengen supaya redundansi menjadi minimal tanpa kehilangan data.. Redundan yang dimaksud disini adalah terduplikat di row berbeda atau tabel berbeda dalam database..
jika kita misalkan mempunyai tabel yang sebutsaja bernama “pegawaiDepartemen”. kita dapat melakukannya dengan menambah kolom “namaDepartemen” ke dalam tabel “pegawai” sehingga desain seperti:
pegawaiDepartemen( IDpegawai, nama, pekerjaan, IDdepartemen, namaDepartemen)
setiap pegawai yang bekerja di departemen ID yang sama akan mempunyai departemen yang sama pula, misalkan 12 dan Gudang Utama.. jika ada 100 pegawai dalam departemen itu, maka akan ada 100 pengulangan,, tentunya akan sangat boros…
hal itu dapat kita akali dengan mengubah desain field menjadi:
pegawaiDepartemen( IDpegawai, nama, pekerjaan, IDdepartemen)
Departemen( IDdepartemen, namaDepartemen)
dalam kasus di atas ini nama departemen cuma disimpen sekali, daripada 100 kali, sehingga lebih hemat tempat dan menghindari masalah..
Perlu diingat bahwa kita harus memberi id departemen di tabel pegawai, kalo tidak, tentu saja informasinya bakal lepas, linknya jadi gak ada.. jadi kita harus hati2..
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
RDBMS
basis data itu sendiri adalah koleksi objek yang terstruktur yang mengandung informasi yang disimpan periodik.. dari definisi ini kita sulit menggambarkan strukturnya.. bisa aja kita mengganggap semua koleksi file sebagai basis data.. namun agar lebih bermakna maka harus terdapat managemen filenya dong.. makanya basis data harus berupa sistem komplit..
sistem harus bisa:
- membuat struktur data logic.
- memasukkan data.
- manipulasi data.
- menyimpan data dalam jangka waktu tertentu.
DBMS atau Database Management System adalah sebuah perangkat lunak yang bertujuan untuk mengatur suatu basis data [wiki]. contoh-contoh dari DBMS yaitu:
- Oracle
- Microsoft SQL Server
- PostGre
- MySQL
ada yang disebut relational model.. model ini berasal dari kerjaan E.F. Codd, matematikawan dari IBM. model ini berasal dari matematik dalam himpunan teori dan logika predikat.. inti dari idenya si Codd ini bahwa yang dia maksud “database” sebenarnya merujuk ke relasional basis data.. jadi yang dimaksud DBMS bisa dikatakan juga RDBMS..
model ini dapat merepresentasikan 3 keperluan utama basis data relasional:
- struktur
- integritas
- dan manipulasi data
implementasinya dari Codd ini, membuat user tidak perlu memahami struktur fisik data.. jadi cukup melihat bentuk logikanya saja, dalam bentuk tabular gitu..
dan SQL adalah bahasa tingkat tinggi yang dipake untuk melakukan operasi didalamnya..
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu beberapa tinjauan (views), skema konseptual tunggal (logical) dan skema fisik.
1. Tinjauan (view) Menggambarkan bagaimana cara user melihat data
2. Skema konseptual mendefinisikan struktur logika
3. Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan.
Skema didefinisikan menggunakan DDL (Data Definition Language), data dimodifikasi dengan menggunakan DML (Data Management Language).
Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem.
——————————————
Level Abstraksi:
Views <-> Conceptual Scheme <-> Physical Schema
——————————————
Contoh : Basis Data Universitas
Skema Konseptual
Mahasiswa (nim: string, nama : string, username : string, ipk:real)
Mata_Kuliah (kode_kuliah : string, mk_nama : string, jumlah_sks : integer)
Enrolled (sid : string, cid : string, grade : string)
Skema Fisik
Relasi yang disimpan sebagai file yang belum terurut
Indeks pada kolom pertama file students
Skema Eksternal
matkul_info(kode_kuliah : string, enrollment : integer)
Diarsipkan di bawah: Eksplorasi DBMS
DBMS memiliki 5 layer, yaitu:
1. Query Optimization and Executio
2. Relational Operators
3. Files and Access Methods
4. Buffer Management
5. Disk Space Management
> Biasanya DBMS memiliki arsitektur layer
> Struktur diatas tidak menunjukkan kontrol proses serentak (concurrency control) dan komponen perbaikan (recovery).
> Struktur tersebut adalah salah satu dari beberapa kemungkinan arsitektur : tiap system memiliki variasinya sendiri.